Young, Productive, but Slowly Ruining Our Health?



Healthiness as a Person

Setelah melihat media sosial dan teman-teman di sekitarku, aku punya satu kesimpulan: sebagai anak muda, kita benar-benar terlalu menghargai waktu—bahkan sampai menganggap waktu adalah uang.

Kita kerja pol-polan.
Makan sesempetnya tanpa benar benar paham nutrisinya.
Ambil overtime sebanyak mungkin asal dibayar.
Waktu istirahat bukannya benar-benar istirahat, malah ambil freelance atau part-time.

Lama lama aku tuh sadar, gaya hidup yang terlalu money oriented seperti ini perlahan merusak tubuh kita. Sedikit demi sedikit, tanpa disadari, akan menjadi penyakit.

Dan ini bukan cuma perasaan.

Menurut laporan dari World Health Organization dan International Labour Organization (2021), bekerja lebih dari 55 jam per minggu meningkatkan risiko stroke sebesar 35% dan penyakit jantung sebesar 17%. Studi tersebut dipublikasikan di jurnal Environment International. Artinya, kerja berlebihan bukan hanya melelahkan secara mental, tetapi juga bisa menjadi ancaman serius bagi tubuh dalam jangka panjang.

Mungkin bukan sekarang.
Tapi nanti, kalo usia bertambah dan tubuh mulai rapuh. Apa yang kita tanam di masa muda akan tumbuh ketika kita tua.

Di sisi lain, aku sering melihat orang-orang terdekatku mudah sakit. Sebagai seseorang yang suka mengamati, aku jadi sadar: tubuh sebenarnya selalu memberi sinyal.

Yang justru berbahaya adalah orang-orang seperti aku, yang jarang sakit dan merasa tubuhnya baik-baik saja, lalu merasa bebas mengonsumsi apa pun dan menjalani aktivitas berlebihan tanpa berpikir panjang.

Padahal, aset terbesar dalam hidup kita adalah kesehatan.

Dalam Islam pun, kesehatan dan waktu adalah nikmat besar yang sering manusia lalaikan. Jadi inget kata Rasulullah :
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”(HR. Muhammad, diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Beliau juga pernah mengingatkan:

“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.” (HR. Muhammad, diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Bekerja keras itu baik. Ambisi itu tidak salah. Tapi memforsir diri sampai melupakan hak tubuh kita bukanlah bentuk kesyukuran.

Bayangkan nikmatnya sehat: kita bisa menikmati makan dan minum dengan nyaman, bebas memilih, bebas beraktivitas, dan selalu punya energi.

Stop bekerja berlebihan.
Kesehatan adalah salah satu rezeki dari Allah yang paling aku syukuri. Jangan sampai kelelahan diam-diam merusak tubuh kita. A Gentle Reminder for Us Who Work Too Hard

MAKAN SAYUR SAMA BUAH YA !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protection or Control?

TUHAN JUGA BERPUASA.